Kini, kesedihan telah menemui jalannya.
Ketika aku harus dihadapkan pada kenyataan yang benar-benar
menyakitkan. Ketika kau katakan bahwa semua ini tak akan berhasil, sungguh
rasanya seperti burung yang terjatuh dari ujung tiang, membuatnya pincang dan
tak berdaya. Aku tak menyangka bisa seterpuruk ini, aku tak menyangka ternyata
bisa sesakit ini. Aku bukan sedih, hanya belum bisa menghargai takdir.
Aku mengaku kuat, dan dengan lantang berjanji tak akan
menangis, tapi aku ingkar. Air mata ini tak mau berhenti mengalir sampai
membawaku pada sebuah mimpi yang membuat pikiran ini bertambah kacau. Mimpi tentangmu.
Dan mengapa aku harus terbangun, kembali mengingat hal yang yang
tak pernah aku alami sebelumnya. Kehilangan seseorang ketika perasaan ini sudah
terlalu dalam. Ini sulit..
Kemarin..
Kau adalah alasan mengapa aku tersenyum,
Kau adalah alasan mengapa aku tertawa,
Kau adalah alasan mengapa aku bahagia,
Tapi sekarang, apa aku masih boleh menjadikanmu alasan untuk
tetap tegar?
Bukan bermaksud mempertahankan perasaan ini, aku hanya tak
ingin membuangnya. Terlalu berharga semua hal yang pernah kita lewati untuk
dilupakan. Aku tak cukup kuat.
Tapi jangan khawatir, aku baik-baik saja, aku bisa cari
kebahagiaanku sendiri. Aku sudah ikhlas melepasmu jika ini membuatmu lega. Kau harus
bahagia ya! Anggap saja ini permintaanku yang belum sempat aku minta dulu. Untuk
yang ini, kau harus kabulkan. :)
Maafkan aku jika selama ini telah membuatmu kecewa, aku tak
cukup pintar membahagiakanmu. Aku harap kau akan menemukan orang yang jauh
lebih baik dariku. Ya, aku percaya dia orang yang baik. Kejarlah, dia sudah
menunggumu. Kalian terlihat cocok satu sama lain.
Terimakasih karna telah memberiku kesempatan bisa
memilikimu, bisa merasakan hangatnya pelukanmu, dan genggaman tanganmu yang
selalu bisa menenangkanku. Terimakasih.. :’)
Aku hanya butuh proses untuk menerima semua ini. aku janji
tak akan lama. Tapi bolehkah aku berdiri disini, membawa bayanganmu yang selalu
bisa membuatku semangat?
Bolehkah aku memandangmu dari jauh seperti yang biasa
kulakukan dulu sebelum kita bersama?
